Ada saat-saat di mana kapan tidak ke Bali justru pertanyaan yang lebih bijak daripada "kapan ke Bali?". Bukan karena Bali buruk, tapi karena beberapa bulan bisa membuat liburanmu jadi lebih mahal, lebih ribet, dan kurang menyenangkan. bulan puncak wisata, periode saat jumlah turis mencapai puncaknya, biasanya Juli, Agustus, dan Desember. Also known as musim liburan sekolah, waktu ini membuat harga villa naik 2-3 kali lipat, jalan-jalan penuh sesak, dan restoran harus antre dua jam hanya untuk makan siang. Ini bukan soal cuaca, tapi soal keramaian wisata Bali, tingkat kepadatan pengunjung yang mengubah pengalaman santai jadi kacau. Also known as overtourism, masalah ini memengaruhi semua aspek liburan—dari transportasi sampai akses ke pura-pura populer seperti Tanah Lot.
musim hujan Bali, periode dari Desember sampai Maret, bukan berarti tidak bisa dikunjungi, tapi seringkali membuat rencana liburan berantakan. Also known as musim penghujan, hujan deras bisa membuat jalan licin, penerbangan delay, dan aktivitas luar ruangan seperti ATV atau snorkeling jadi tidak aman atau bahkan dibatalkan. Banyak wisatawan yang datang di waktu ini lalu kecewa karena hampir setiap hari hujan, padahal mereka membayar harga puncak. Jangan lupa, risiko wisata Bali, termasuk penipuan paket wisata murah, driver nakal, dan tarif pura yang tidak jelas. Also known as penipuan turis, ini justru paling sering terjadi saat banyak orang datang—karena pelaku tahu kamu terburu-buru dan tidak tahu banyak. Jika kamu tidak punya waktu untuk riset, atau tidak ingin kehilangan uang dan kesabaran, maka kapan tidak ke Bali adalah jawaban yang lebih sehat.
Jika kamu ingin liburan yang tenang, murah, dan benar-benar menikmati Bali—bukan sekadar lewat dan foto-foto—maka hindari bulan-bulan puncak. Juli dan Agustus? Jangan datang ke Seminyak jika kamu tidak suka antre di kafe. Desember? Jangan harap bisa sewa villa dengan kolam renang di bawah Rp1 juta. Bulan-bulan seperti Februari, November, atau bahkan Januari awal jauh lebih baik: harga turun, cuaca mulai membaik, dan kamu bisa jalan-jalan tanpa terhimpit kerumunan. Kamu juga bisa nikmati pura-pura tanpa harus berdesakan dengan puluhan orang yang sama-sama ingin foto sunset. Ini bukan soal takut, tapi soal cerdas memilih waktu. Di bawah ini, kamu akan temukan panduan lengkap tentang kapan harus tunda, kapan harus datang, dan apa yang benar-benar terjadi di balik harga murah yang terlalu bagus untuk jadi nyata.
Jangan pergi ke Bali saat musim hujan, libur panjang, atau hari raya. Harga melonjak, jalan macet, dan risiko kesehatan meningkat. Pilih waktu tepat agar liburan benar-benar menyenangkan.