Kalau kamu pergi ke Bali, pasti ada satu oleh-oleh yang hampir selalu dibeli: pie susu. Garing di luar, lembut di dalam, dan rasanya manisnya pas banget. Tapi berapa sih harga pie susu di Bali sekarang? Dan mana tempat terbaik buat beli yang asli dan masih hangat?
Pie Susu di Bali: Bukan Sekadar Kue, Tapi Pengalaman
Pie susu bukan cuma camilan. Di Bali, ini jadi bagian dari ritual wisata. Kamu bisa beli di toko yang berdiri sejak 1990-an, atau di gerai modern di pusat perbelanjaan. Tapi yang paling dicari? Yang masih panas keluar dari oven, bau harumnya nempel di baju, dan kulitnya retak-retak tipis pas kamu gigit.
Asal-usulnya dari Portugis, tapi versi Bali punya ciri khas: susu lokal, gula aren, dan telur dari peternakan sekitar Ubud. Tidak ada vanili buatan, tidak ada pengawet. Itu sebabnya rasanya beda banget dari pie susu di Jakarta atau Surabaya.
Harga Pie Susu di Bali Tahun 2026
Harga pie susu di Bali sekarang berkisar antara Rp15.000 sampai Rp35.000 per buah, tergantung tempat dan ukurannya. Ini bukan harga tetap - ada perbedaan besar antara yang dibeli di bandara dan yang dibeli di toko legendaris.
- Pie susu ukuran kecil (100-120 gram): Rp15.000 - Rp20.000. Biasanya dijual di warung kecil di sepanjang jalan Kuta atau Seminyak.
- Pie susu ukuran sedang (150-180 gram): Rp22.000 - Rp28.000. Ini pilihan paling populer. Tersedia di toko-toko seperti Pie Susu Legian, Pie Susu Khas Bali, atau Pie Susu Nusantara.
- Pie susu besar (200-250 gram): Rp30.000 - Rp35.000. Biasanya dijual dalam kotak, cocok buat dibawa pulang atau jadi hadiah. Ada yang isi 4-6 buah dalam satu box.
Di bandara Ngurah Rai, harganya bisa sampai Rp40.000 per buah. Bukan karena lebih enak - tapi karena biaya sewa toko di bandara lebih mahal. Kalau kamu mau hemat, beli di toko biasa lalu bawa ke bandara. Banyak wisatawan yang lakukan ini.
Tempat Terbaik Beli Pie Susu di Bali
Ada ratusan penjual pie susu di Bali. Tapi hanya beberapa yang konsisten enak dan punya resep asli. Ini tempat yang sering diburu oleh warga lokal dan turis yang tahu:
- Pie Susu Legian - Di Jalan Legian, Denpasar. Ini toko pertama yang populer di kalangan turis. Pie-nya renyah, isiannya tebal, dan masih hangat tiap pagi. Harga Rp25.000 per buah. Buka jam 6 pagi, habis sebelum jam 1 siang.
- Pie Susu Khas Bali - Di Jalan Raya Seminyak. Tidak ada logo besar, cuma toko kecil dengan papan tulis. Mereka pakai susu segar dari desa Petanahan. Rasa lebih gurih, tidak terlalu manis. Harga Rp22.000. Buka sampai jam 8 malam.
- Pie Susu Nusantara - Di Ubud. Ini pilihan buat yang suka versi lebih sehat. Mereka pakai gula kelapa dan susu kambing. Teksturnya lebih lembut, tidak terlalu garing. Harga Rp28.000. Cocok buat yang ingin sesuatu yang berbeda.
- Pie Susu Bu Darmi - Di Desa Penatih, Gianyar. Ini toko keluarga yang sudah berdiri 35 tahun. Tidak ada AC, tidak ada kemasan mewah. Tapi pie-nya punya rasa yang sama seperti dulu. Hanya Rp18.000 per buah. Buka cuma sampai jam 2 siang.
Jangan tergoda oleh toko dengan label "Original" atau "Terkenal di Instagram". Banyak yang pakai susu bubuk dan perisa buatan. Cek saja: kalau pie-nya terlalu putih dan tidak ada aroma susu asli, itu bukan pie susu asli Bali.
Bagaimana Memilih Pie Susu yang Enak?
Ini cara sederhana buat ngecek pie susu yang bagus:
- Lihat kulitnya - Harus retak-retak alami, tidak licin atau mengkilap. Kalau terlalu mengkilap, berarti pakai minyak atau pengilat.
- Bau - Aroma susu harus kuat, tidak berbau bahan kimia. Kalau wanginya seperti parfum, hindari.
- Warna isi - Isinya seharusnya kuning pucat, bukan putih terang. Putih terang berarti pakai susu bubuk atau pengental.
- Rasanya - Setelah gigit, rasanya harus manis pelan-pelan, bukan langsung manis seperti gula pasir. Ada rasa gurih dari susu yang muncul setelah beberapa detik.
Yang paling penting: beli yang masih hangat. Pie susu yang sudah dingin kehilangan 70% rasanya. Jangan beli yang sudah disimpan di etalase berjam-jam. Tanyakan: "Ini baru keluar dari oven?" Kalau penjual ragu, cari yang lain.
Pie Susu sebagai Oleh-Oleh: Tips Praktis
Kalau kamu mau bawa pie susu pulang ke rumah, ini tipsnya:
- Pilih yang dikemas dalam kotak kardus, bukan plastik biasa. Plastik bikin pie lembek.
- Beli yang baru keluar oven, dan bawa pulang dalam 2 jam. Kalau lebih dari itu, pie bisa jadi lembek atau bau anyir.
- Jangan taruh di koper panas. Pie susu sensitif terhadap suhu. Bawa di tas ransel atau kantong kain.
- Untuk perjalanan lebih dari 12 jam, pilih yang punya versi kemasan vakum. Ada beberapa toko yang menawarkan pie susu beku - bisa tahan sampai 3 hari di suhu ruang.
Beberapa toko juga jual pie susu dalam bentuk kue kecil yang bisa dimakan langsung, atau versi rasa coklat, matcha, dan durian. Tapi yang paling autentik tetap rasa asli - susu dan gula.
Perbandingan Harga dan Kualitas Pie Susu di Bali
| Tempat | Harga per Buah | Ukuran | Bahan Utama | Kelezatan |
|---|---|---|---|---|
| Pie Susu Legian | Rp25.000 | 180 gram | Susu segar, gula aren | β β β β β |
| Pie Susu Khas Bali | Rp22.000 | 160 gram | Susu peternakan lokal | β β β β β |
| Pie Susu Nusantara | Rp28.000 | 180 gram | Susu kambing, gula kelapa | β β β β β |
| Pie Susu Bu Darmi | Rp18.000 | 150 gram | Susu segar, resep tradisional | β β β β β |
| Toko Bandara Ngurah Rai | Rp40.000 | 150 gram | Susu bubuk, pengental | β β βββ |
Perhatikan: harga tertinggi bukan berarti yang terbaik. Pie susu di bandara mahal karena lokasi, bukan kualitas. Yang paling direkomendasikan? Pie Susu Legian dan Pie Susu Bu Darmi. Keduanya punya rasa yang konsisten, bahan alami, dan harga yang masuk akal.
Kenapa Pie Susu di Bali Tidak Bisa Dibuat di Tempat Lain?
Beberapa orang coba meniru pie susu Bali di Jakarta atau Yogyakarta. Tapi hasilnya selalu berbeda. Ini sebabnya:
- Susu lokal - Susu dari peternakan di Bali punya kadar lemak lebih tinggi dan rasa lebih gurih karena pakan alami dan iklim tropis.
- Iklim - Kelembapan dan suhu di Bali membuat adonan pie lebih mudah mengembang dan kulitnya jadi renyah sempurna.
- Resep turun-temurun - Banyak penjual masih pakai resep dari nenek moyang. Tidak ada resep digital, tidak ada manual. Semua dihafal dan diuji oleh lidah.
Jadi, kalau kamu ingin pie susu yang benar-benar enak, kamu harus datang ke Bali. Tidak ada alternatif yang bisa menandingi rasanya.
Berapa lama pie susu bisa tahan?
Pie susu asli Bali bisa tahan sampai 3 hari di suhu ruang, asal dikemas dengan baik. Kalau disimpan di kulkas, bisa sampai 5 hari. Tapi rasanya akan berubah - jadi lebih lembek dan kurang harum. Lebih baik dimakan dalam 24 jam pertama.
Apakah pie susu bisa dibekukan?
Bisa. Beberapa toko menyediakan pie susu beku yang bisa tahan sampai 1 bulan. Caranya: bungkus rapat, simpan di freezer. Saat mau dimakan, panaskan di oven 10 menit suhu 160Β°C. Rasanya akan kembali seperti baru keluar oven.
Apakah ada pie susu tanpa gula?
Tidak ada versi tanpa gula yang autentik. Pie susu Bali memang manis - itu bagian dari rasa aslinya. Tapi ada versi dengan gula kelapa atau gula aren yang lebih alami, tidak se-manis gula pasir. Ini pilihan terbaik untuk yang ingin lebih sehat.
Di mana pie susu paling murah di Bali?
Yang paling murah adalah Pie Susu Bu Darmi di Penatih, Gianyar, dengan harga Rp18.000 per buah. Tapi toko ini buka hanya sampai jam 2 siang dan tidak punya toko cabang. Jadi, kalau kamu lewat Gianyar, jangan lewatkan.
Apakah pie susu cocok untuk anak-anak?
Ya, sangat cocok. Pie susu tidak mengandung bahan kimia berbahaya, tidak ada pengawet, dan teksturnya lembut. Tapi karena manisnya cukup kuat, sebaiknya beri porsi kecil untuk anak di bawah 5 tahun. Pilih versi dengan gula aren agar lebih alami.
Komentar
Yudha Kurniawan Akbar
Januari 5, 2026 AT 15:20 PMpie susu di bandara mahal? ya iyalah bro, di situ juga jual air mineral Rp25.000. yang penting jangan beli yang kemasannya kaya plastik wrap dari toko yang logo-nya pake font Comic Sans. itu pasti palsu. π
Aiman Berbagi
Januari 6, 2026 AT 04:25 AMSaya suka banget pie susu Bu Darmi. Pas jalan-jalan ke Gianyar, saya sempat nunggu 45 menit karena antriannya panjang. Tapi begitu gigit, semua penantian langsung terbayar. Rasanya seperti kue nenek dulu, yang dibuat dengan cinta, bukan dengan target penjualan. πΏ
yusaini ahmad
Januari 6, 2026 AT 19:55 PMPie susu asli Bali memang tidak bisa direplikasi karena kombinasi faktor lingkungan dan bahan lokal. Susu dari peternakan di dataran tinggi Bali memiliki profil asam lemak yang unik, dan kelembapan udara di sana memengaruhi proses maillard saat pemanggangan. Ini bukan soal resep, tapi ekosistem. Jangan percaya klaim 'resep turun temurun' kalau tidak ada bukti sumber susu.
yonathan widyatmaja
Januari 7, 2026 AT 01:53 AMYang paling gue suka itu pie susu Legian, kalo pagi-pagi gue selalu beli 2, satu buat dimakan langsung, satu buat dibawa pulang ππ₯ Kalo udah dingin, jangan dikasih microwave, panaskan pake oven! Biar kulitnya tetep renyah, jangan sampe jadi kaya kue basah! π
muhamad luqman nugraha sabansyah
Januari 8, 2026 AT 21:53 PMSemua orang bilang pie susu Bali itu autentik. Tapi kalian pernah coba pie susu dari Flores? Di sana pakai susu sapi lokal, panggang di tungku kayu, dan gula aren dari pohon yang tumbuh di tebing. Rasanya lebih dalam. Bali cuma jualan keindahan. Yang sejati itu yang tidak diiklankan di Instagram.
wawan setiawan
Januari 10, 2026 AT 09:54 AMKadang aku berpikir, pie susu ini lebih dari sekadar kue. Ini simbol ketahanan budaya. Di tengah arus globalisasi, masih ada yang bertahan dengan resep tanpa resep, tanpa manual, tanpa kemasan mewah. Mereka tidak butuh sertifikat halal atau ISO. Cukup lidah orang Bali yang sudah tahu mana yang asli.
Dani leam
Januari 10, 2026 AT 14:49 PMHarga Rp18.000 di Bu Darmi memang murah, tapi jangan lupa faktor transportasi dan waktu. Kalau kamu datang dari Kuta, biaya perjalanan dan waktu 3 jam bisa lebih mahal daripada selisih harganya. Prioritaskan kenyamanan, bukan hanya harga.
Rahmat Widodo
Januari 11, 2026 AT 02:19 AMAku baru tahu kalau pie susu bisa dibekukan. Aku biasanya beli 4 buah, terus bagi-bagi ke keluarga. Tapi yang paling enak tetap yang baru keluar oven. Aku pernah coba yang disimpan di kulkas 3 hari, rasanya kayak kue lembab yang kehilangan jiwanya.
Yuliana PreuΓ
Januari 12, 2026 AT 08:40 AMAku bawa pie susu ke Jerman untuk keluarga. Mereka kaget banget, bilang ini lebih enak dari tarte au citron! Aku kirim 6 kotak, dan semua habis dalam 2 hari. Pie susu itu universal. Cuma perlu satu gigitan untuk tahu ini bukan kue biasa. β€οΈ
Emsyaha Nuidam
Januari 13, 2026 AT 16:18 PMKalau kamu beli pie susu di toko yang pake kemasan foil, berarti kamu sudah jadi korban kapitalisme kuliner. Mereka tahu kamu akan bayar mahal karena 'oleh-oleh'. Mereka tidak peduli rasa. Mereka peduli margin. Kamu bukan konsumen. Kamu target.
Dani Bawin
Januari 15, 2026 AT 13:28 PMPie susu itu bukan cuma kue. Ini obat rindu. Aku dulu tinggal di Bali, sekarang kerja di Jakarta. Setiap kali stres, aku beli pie susu. Gigit pertama, aku ingat pagi-pagi di Kuta, angin laut, dan suara motor lewat. Harganya Rp25.000? Itu harga ketenangan. π
Agus Setyo Budi
Januari 17, 2026 AT 09:50 AMJangan lupa cek jam buka! Aku pernah datang jam 1 siang ke Bu Darmi, habis. Nangis di depan toko. Padahal udah jalan 2 jam. Kalo mau pasti dapet, bangun jam 5 pagi, bawa kopi, dan antre. Ini bukan belanja, ini ritual. Dan ritual harus dihargai dengan usaha. πͺ
Marida Nurull
Januari 18, 2026 AT 23:02 PMPie susu yang paling enak itu yang tidak terlalu manis. Aku suka yang teksturnya agak lembek, tapi masih ada rasa susu asli. Banyak yang salah paham, pikir enak itu harus garing dan manis banget. Tapi yang sejati itu yang bikin kamu ingin gigit lagi, bukan yang bikin kamu langsung minta air.
retno kinteki
Januari 19, 2026 AT 09:41 AMSemua ini cuma marketing. Pie susu itu dulu cuma kue kampung. Sekarang jadi ikon turis. Yang jual sekarang pake susu bubuk, gula sintetis, dan oven listrik. Yang asli? Sudah tutup karena gak bisa bersaing. Kalian semua dibodohi.
bayu liputo
Januari 21, 2026 AT 02:09 AMDalam konteks pelestarian budaya kuliner, pie susu Bali merupakan contoh nyata dari keberlanjutan praktik tradisional di tengah modernisasi ekonomi. Penjual yang mempertahankan resep turun-temurun tanpa komersialisasi berlebihan patut diapresiasi sebagai penjaga warisan. Perlu kebijakan perlindungan terhadap produsen lokal agar tidak tergantikan oleh korporasi.