Pantai Canggu, sebuah pantai di barat daya Bali yang dikenal karena ombaknya yang ideal untuk pemula hingga profesional, serta gaya hidup santai yang khas. Also known as Canggu Beach, it is where surf culture, digital nomads, and local Balinese life blend into one vibrant coastal scene. Ini bukan sekadar tempat buat berenang atau jalan-jalan di pasir. Pantai Canggu adalah pusat aktivitas yang hidup sepanjang hari—pagi untuk surf, siang untuk kopi di pinggir pantai, dan malam untuk makan malam dengan latar matahari terbenam.
Di sekitar pantai ini, kamu akan menemukan aktivitas surf, yang menjadi daya tarik utama karena ombaknya yang konsisten dan tidak terlalu besar, cocok untuk belajar atau latihan. Banyak sekolah surf lokal yang menawarkan les dengan harga terjangkau, dan kamu bisa sewa papan hanya dengan Rp100.000 per jam. Jangan kira hanya pemain profesional yang bisa menikmati ombaknya—banyak turis yang baru pertama kali naik papan malah jadi kecanduan setelah satu sesi.
kuliner Canggu, menjadi magnet tersendiri dengan ratusan kafe, restoran vegan, dan warung lokal yang menyajikan makanan enak dengan suasana instagrammable. Dari smoothie bowl di The Shady Shack sampai nasi goreng di warung pinggir jalan yang harganya cuma Rp25.000, pilihannya luas. Tidak perlu bayar mahal untuk makan enak di sini. Banyak warga lokal juga makan di tempat yang sama dengan turis, jadi kamu bisa ikut merasakan gaya hidup sehari-hari mereka.
Yang sering diabaikan orang adalah bahwa Canggu, bukan hanya pantai, tapi juga area yang punya jaringan jalan kecil, sawah, dan desa tradisional yang masih hidup. Kalau kamu jalan kaki sejauh 10 menit dari pantai, kamu akan menemukan pura kecil, anak-anak bermain sepak bola di jalan, dan ibu-ibu menjual kelapa muda. Ini adalah sisi Bali yang tidak ada di brosur turis.
Di musim libur, Canggu jadi ramai banget. Tapi kalau kamu datang di bulan April atau Oktober, kamu bisa nikmati suasana yang lebih tenang, harga lebih murah, dan ombak yang masih bagus. Jangan lupa bawa topi dan sunscreen—sinarnya kuat, bahkan kalau awan tebal. Dan jangan percaya klaim "pantai sepi" di Instagram—di jam sibuk, parking lot penuh, dan kafe butuh antre.
Kamu bisa datang sendiri, sewa motor, atau ikut tur lokal yang bawa kamu ke spot-spot tersembunyi di sekitar Canggu. Tapi yang paling seru? Coba bangun pagi-pagi benar, datang jam 6 pagi, dan lihat bagaimana pantai ini berubah dari sepi jadi hidup. Di jam-jam itu, hanya kamu, para surfer, dan penjual kopi yang sudah buka. Itu adalah momen yang tidak bisa kamu dapatkan di tur paket.
Di bawah ini, kamu akan menemukan panduan praktis tentang berapa biaya yang harus disiapkan, tempat makan terbaik, cara sewa papan surf, dan aktivitas lain yang benar-benar direkomendasikan oleh orang yang tinggal di sini—bukan dari buku turis. Semua informasi ini dikumpulkan dari pengalaman nyata, bukan dari iklan.
Tur Canggu Bali menawarkan pengalaman unik: pantai surfing, sawah hijau, makanan sehat, dan budaya lokal yang autentik. Cocok untuk yang ingin santai tapi tetap aktif. Temukan tempat terbaik, waktu ideal, dan tips praktis untuk liburanmu.