Uang IDR Bali: Berapa Banyak yang Harus Dibawa dan Di Mana Bisa Dipakai

Di Bali, uang IDR, mata uang resmi Indonesia yang digunakan di seluruh pulau, termasuk tempat wisata populer seperti Ubud, Seminyak, dan Nusa Dua. Also known as Rupiah Indonesia, it is the only legal tender for small purchases, temple entries, warung meals, and transportation. You won’t get far using USD or credit cards everywhere — even if a place accepts cards, they often charge extra fees or give bad exchange rates. Jadi, meskipun banyak tempat mewah menerima kartu, uang tunai tetap jadi nyawa perjalananmu di Bali.

Tempat-tempat seperti Pura Tanah Lot, lokasi wisata budaya yang wajib dikunjungi dan hanya menerima pembayaran tunai dalam IDR, warung makan lokal, tempat makan sehari-hari warga Bali yang tidak punya mesin EDC, atau tukang ojek online, driver yang sering menolak pembayaran digital karena biaya transaksi — semua butuh uang tunai. Bahkan untuk naik angkot ke desa, bayar parkir di pantai, atau beli air mineral di toko kelontong, kamu harus siap dengan lembaran rupiah. Kalau kamu bawa dolar, kamu akan diminta tukar di tempat yang rate-nya bisa 10% lebih buruk dari bank.

Yang sering diabaikan: banyak wisatawan bawa uang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Kalau kamu nginep di villa dan makan di restoran, kamu mungkin cuma butuh Rp50.000–Rp100.000 per hari untuk jajan kecil. Tapi kalau kamu mau ikut tur arung jeram, masuk GWK, atau beli oleh-oleh di pasar tradisional, kamu butuh Rp300.000–Rp500.000 per hari. Jangan lupa, biaya masuk pura untuk wisatawan asing itu Rp150.000 per lokasi — dan itu tidak bisa dibayar pakai kartu. Jadi, idealnya bawa sekitar Rp1,5 juta–Rp2 juta per orang per minggu dalam bentuk uang tunai, dan sisanya pakai kartu debit atau e-wallet untuk belanja besar.

Di kawasan seperti Canggu, Seminyak, atau Ubud, banyak kafe dan toko yang terima GoPay atau OVO, tapi itu tidak berlaku di desa-desa kecil, pantai terpencil, atau pasar seni. Kalau kamu kehilangan akses ke internet, kartu kamu tidak bisa dipakai. Uang tunai adalah jaminan terakhir. Jangan biarkan dirimu terjebak di tempat yang tidak bisa kamu bayar karena tidak punya rupiah. Banyak wisatawan yang harus meminta bantuan ke hotel hanya karena tidak bawa uang cukup — padahal solusinya sederhana: bawa lebih banyak uang tunai dari yang kamu kira.

Kamu juga harus tahu di mana tukar uang dengan harga terbaik. Bandara itu jebakan. Tukar uang di bank atau money changer resmi di pusat kota seperti Denpasar atau Kuta — rate-nya lebih baik dan aman. Jangan pernah tukar uang dari orang jalanan, meskipun mereka bilang "rate terbaik". Karena itu, uang IDR bukan sekadar alat bayar — itu kunci agar perjalananmu lancar, aman, dan tidak terjebak dalam masalah kecil yang bisa bikin liburanmu berantakan.

Di bawah ini, kamu akan temukan panduan lengkap tentang berapa banyak uang tunai yang harus dibawa, di mana uang digital masih berlaku, dan cara menghindari kesalahan umum wisatawan yang bikin dompet cepat kosong. Semua tips ini berdasarkan pengalaman nyata, bukan teori. Kamu tidak perlu jadi ahli keuangan — cukup baca, pahami, dan siapkan uangmu dengan bijak.

Berapa Banyak Uang IDR yang Harus Dibawa ke Bali? Panduan Praktis untuk Wisatawan

Panduan praktis berapa banyak uang IDR yang harus dibawa ke Bali berdasarkan gaya liburan, biaya harian, dan tempat yang butuh uang tunai. Tidak perlu bawa terlalu banyak, tapi jangan sampai kehabisan.