Anda baru saja memesan paket wisata ke Bali, dan pertanyaan pertama yang muncul di kepala: berapa banyak uang IDR yang harus dibawa? Bukan soal berapa banyak uang, tapi berapa banyak yang benar-benar Anda butuhkan agar tidak kehabisan uang di tengah jalan, atau malah membawa terlalu banyak dan akhirnya menyesal. Jawabannya tergantung pada gaya liburan Anda, lokasi Anda menginap, dan aktivitas yang ingin Anda lakukan. Tapi jangan khawatir - ini panduan realistis, berdasarkan pengalaman ribuan wisatawan dan harga aktual di tahun 2025.
Uang Tunai Masih Penting di Bali - Meski Kartu Banyak Digunakan
Banyak orang berpikir di era digital, kartu debit atau kredit sudah cukup. Tapi di Bali, uang tunai masih jadi raja. Di pasar tradisional, warung makan lokal, ojek online, atau bahkan saat membayar tip ke penjaga pura, uang tunai adalah satu-satunya cara. Banyak tempat, terutama yang kecil, bahkan tidak punya mesin EDC. Jadi, meskipun Anda bisa bayar pakai GoPay atau OVO di restoran besar, jangan andalkan itu sepenuhnya.Anggaran Harian Berdasarkan Gaya Liburan
Ini bukan angka tebak-tebakan. Ini data nyata dari wisatawan yang menginap di Bali selama 7-10 hari di tahun 2025.- Budget hemat (Rp300.000-Rp500.000/hari): Menginap di losmen atau homestay sederhana di pinggir jalan, makan di warung lokal (nasi campur Rp15.000-Rp25.000), naik ojek online (Rp10.000-Rp20.000 per perjalanan), dan hanya mengunjungi tempat gratis seperti pantai atau pura. Cocok untuk backpacker atau yang ingin hemat.
- Budget menengah (Rp700.000-Rp1.200.000/hari): Menginap di villa kecil atau hotel bintang 3, makan di restoran lokal yang lebih bersih, sewa motor (Rp60.000-Rp80.000/hari), masuk ke tempat wisata berbayar seperti Tegallalang Rice Terrace (Rp50.000), dan belanja oleh-oleh. Ini angka paling umum untuk keluarga atau pasangan.
- Budget mewah (Rp1.500.000-Rp3.000.000+/hari): Menginap di resort bintang 5, makan di restoran chef terkenal, sewa mobil dengan supir, ikut tur snorkeling, spa, dan belanja di butik desainer. Uang tunai tetap dibutuhkan untuk tips, pembayaran di tempat terpencil, atau belanja di pasar seni.
Tempat-Tempat yang Wajib Bayar Tunai
Beberapa tempat di Bali tidak menerima pembayaran digital sama sekali. Ini daftar yang harus Anda siapkan uang tunai:- Pura-pura tradisional: Masuk ke pura seperti Tanah Lot, Uluwatu, atau Pura Tirta Empul - biaya masuknya antara Rp30.000-Rp75.000 per orang, dan harus bayar tunai. Kadang juga ada biaya untuk sarana upacara (sembahyang) yang hanya diterima dalam bentuk uang kertas.
- Pasar tradisional: Pasar Badung, Pasar Seni Sukawati, atau Pasar Kumbasari - penjualnya tidak punya mesin. Uang receh (Rp1.000-Rp5.000) sangat berguna untuk belanja buah, jajanan, atau kerajinan kecil.
- Ojek online vs ojek tradisional: Ojek online (Gojek/Grab) bisa bayar digital, tapi ojek tradisional yang ngetem di pinggir jalan? Hanya uang tunai. Dan sering kali mereka tidak bisa memberi kembalian besar. Bawa pecahan Rp20.000 dan Rp50.000.
- Penyewaan motor: Banyak rental motor di Ubud, Canggu, atau Seminyak tidak menerima pembayaran digital. Mereka minta uang muka tunai, dan kadang minta KTP sebagai jaminan.
Berapa Uang Tunai yang Harus Dibawa? Rekomendasi Nyata
Ini angka yang bisa Anda gunakan sebagai panduan:- Untuk 3 hari: Bawa Rp1.500.000-Rp2.500.000. Ini cukup untuk biaya harian menengah, plus cadangan.
- Untuk 7 hari: Bawa Rp4.000.000-Rp7.000.000. Jika Anda menginap di villa, makan di restoran, dan ikut tur, angka ini aman.
- Untuk 10 hari atau lebih: Bawa Rp6.000.000-Rp10.000.000. Jangan bawa semua uang sekaligus. Simpan sebagian di bank atau brankas hotel, dan bawa uang tunai secukupnya setiap hari.
Ingat: Anda bisa ambil uang tunai dari ATM di mana saja - Bandara, Kuta, Seminyak, Ubud, dan Denpasar punya ATM dengan jaringan yang andal. Tapi biaya penarikan bisa mencapai Rp15.000-Rp25.000 per transaksi. Jadi, lebih baik ambil uang dalam jumlah besar sekali, daripada sering ambil kecil-kecilan.
Peringatan: Jangan Bawa Uang Terlalu Banyak
Banyak wisatawan terjebak dalam kebiasaan membawa uang terlalu banyak karena takut kehabisan. Tapi itu justru membuat Anda rentan. Di Bali, pencopet dan penipuan sering terjadi di tempat ramai seperti pasar atau pantai. Jika Anda membawa Rp10 juta dalam dompet, dan kecopet - itu kerugian besar.Cara aman:
- Pisahkan uang: simpan 50% di brankas hotel, 30% di dompet, 20% di kantong kecil tersembunyi.
- Jangan tunjukkan uang di depan umum. Jangan hitung uang di jalan.
- Gunakan dompet dengan kancing atau anti-copet.
- Jika Anda punya kartu debit, pastikan Anda tahu PIN-nya dan bisa pakai ATM di mana saja.
Uang Asing? Jangan Tukar di Bandara
Banyak wisatawan tukar dolar atau euro di bandara. Tapi kurs di bandara jauh lebih buruk - bisa 10-15% lebih rendah dari kurs pasar. Lebih baik bawa dolar dalam bentuk uang kertas baru (tidak robek, tidak kusam), lalu tukar di money changer resmi di Kuta, Seminyak, atau Denpasar. Tempat seperti Central Kuta Money Exchange atau PT Money Changer Bali punya kurs yang jelas dan transparan. Jangan tukar di toko-toko kecil yang tidak punya papan harga.Biaya Tak Terduga yang Sering Dilupakan
Ini bagian yang sering bikin anggaran bocor:- Tip: Untuk pemandu wisata, sopir, atau petugas pura, biasanya diberi tip Rp10.000-Rp50.000. Tidak wajib, tapi dianggap sopan.
- Biaya parkir: Di pantai seperti Padang Padang atau Dreamland, parkir bisa Rp5.000-Rp15.000 per mobil. Di pura, kadang ada biaya parkir tambahan.
- Botol air mineral: Jangan beli air mineral di toko oleh-oleh. Harganya bisa Rp20.000. Di warung biasa, harga Rp5.000-Rp8.000. Bawa botol isi ulang.
- Biaya foto di spot populer: Di Tegallalang, banyak orang minta bayar Rp10.000-Rp20.000 untuk foto di tangga sawah. Ini bukan biaya resmi, tapi sering dipaksakan. Tanya dulu sebelum foto.
Penutup: Jangan Khawatir, Tapi Siapkan
Bali bukan tempat yang mahal jika Anda tahu cara mengatur uang. Anda tidak perlu membawa uang jutaan rupiah dalam bentuk tunai sekaligus. Yang penting: punya cukup uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari, tahu di mana bisa ambil uang lagi, dan tidak tergantung sepenuhnya pada kartu. Dengan anggaran yang realistis, Anda bisa nikmati Bali tanpa stres soal uang - dan pulang dengan kenangan indah, bukan tagihan mengejutkan.Bolehkah pakai kartu kredit di Bali?
Bisa, tapi hanya di tempat tertentu. Restoran besar, hotel bintang 4 ke atas, dan toko oleh-oleh di kawasan wisata umumnya menerima kartu kredit. Tapi di pasar, warung, ojek tradisional, atau pura, kartu tidak berlaku. Jadi, jangan andalkan kartu sebagai satu-satunya alat pembayaran.
Berapa biaya ATM di Bali?
Biaya tarik tunai di ATM Bali biasanya Rp15.000-Rp25.000 per transaksi, tergantung bank Anda. Bank lokal seperti BCA, Mandiri, atau BRI tidak memungut biaya tambahan jika Anda pakai kartu dari bank yang bekerja sama. Tapi bank asing seperti Citibank atau HSBC bisa kenakan biaya lebih tinggi. Lebih baik tarik uang dalam jumlah besar sekali, misalnya Rp1 juta per transaksi, agar biaya admin tidak terlalu banyak.
Apakah uang dolar bisa dipakai langsung di Bali?
Tidak. Meski banyak tempat menyebut harga dalam dolar, Anda tetap harus membayar dalam rupiah. Beberapa hotel mewah mungkin terima dolar sebagai pembayaran, tapi itu sangat jarang dan biasanya dengan kurs yang tidak menguntungkan. Selalu tukar dolar Anda ke rupiah di money changer resmi sebelum berbelanja.
Apakah perlu bawa uang receh?
Ya, sangat perlu. Uang receh (Rp1.000-Rp5.000) sangat berguna untuk belanja di pasar, bayar parkir kecil, atau beri tip ke penjaga pura. Jika Anda hanya bawa uang Rp50.000 dan Rp100.000, Anda akan kesulitan mendapat kembalian. Bawa minimal Rp50.000 dalam pecahan kecil.
Berapa uang yang harus disiapkan untuk belanja oleh-oleh?
Untuk oleh-oleh sederhana seperti kopi Bali, kain tenun, atau kerajinan kayu, siapkan Rp300.000-Rp1.000.000 tergantung jumlah dan kualitasnya. Di pasar tradisional, Anda bisa tawar. Di toko branded, harga sudah tetap. Jangan belanja di bandara - harganya bisa 2-3 kali lebih mahal.
Komentar
maulana kalkud
Desember 3, 2025 AT 01:11 AMbro, jangan lupa bawa receh! pas di Tegallalang tadi aku mau foto, si penjaga minta Rp15k, tapi aku cuma bawa Rp50k, akhirnya dia nggak bisa kasih kembalian, trus aku jadi malu sendiri. uang receh itu kunci hidup di Bali, percaya deh.
ps: jangan beli air mineral di spot wisata, harganya bisa dua kali lipat. bawa botol isi ulang, hemat dan ramah lingkungan.
nasrul .
Desember 4, 2025 AT 06:05 AMorang bilang uang tunai raja, tapi kalo kamu nggak punya dompet anti-copet, kamu cuma jadi korban yang rela. aku pernah kecopet Rp3jt di pasar Badung, karena dompetku terbuka dan aku sibuk foto. sekarang aku pake dompet kancing, simpen uang di tiga tempat, dan nggak pernah hitung uang di jalan. hidup itu simple, asal kamu nggak sombong.
NANDA SILVIANA AZHAR
Desember 4, 2025 AT 09:23 AMterima kasih banget buat panduannya 😊
aku baru pulang dari Bali minggu lalu, dan ternyata bener banget soal uang receh! aku bawa Rp50k pecahan kecil, dan itu nyelamatin aku pas bayar parkir di Pantai Dreamland, trus kasih tip ke penjaga pura. aku juga nggak tukar dolar di bandara, langsung ke Central Kuta - kursnya jauh lebih adil!
ps: jangan lupa bawa topi dan sunscreen, matahari Bali itu bukan main 😅
ika lestari
Desember 4, 2025 AT 19:38 PMaku bawa Rp6jt buat 10 hari, dan sisa Rp800rb. pas pulang, aku beli kopi Bali sama kain tenun, semua bayar tunai. tips: jangan belanja di bandara, harga 3x lipat. hidup simpel, uang cukup, hati tenang.
sri charan
Desember 5, 2025 AT 06:53 AMbenar banget soal ATM! aku tarik Rp1 juta sekali, biar nggak kena biaya 5x. pas di Ubud, ATM-nya ramai, tapi lancar. jangan lupa cek fee bank kamu sebelum pergi, soalnya bank asing bisa ngecharge lebih gila.
Chaidir Ali
Desember 6, 2025 AT 07:55 AMdi balik semua angka ini, ada sebuah kebenaran yang lebih dalam: uang bukanlah tujuan, tapi alat. Bali bukan tentang berapa banyak rupiah yang kamu bawa, tapi seberapa banyak kamu bisa hadir tanpa kecemasan. ketika kamu membawa uang tunai, kamu membawa kepercayaan - kepercayaan pada orang-orang kecil yang menjual kopi di pinggir jalan, pada penjaga pura yang tersenyum tanpa diminta, pada ojek tradisional yang tahu jalan lebih baik daripada Google Maps.
uang tunai adalah ritual, bukan transaksi. ia menghubungkanmu pada tanah, pada manusia, pada kehidupan yang tidak bisa diukur dengan angka di layar ATM.
jadi, jangan hanya bawa uang. bawa kesadaran. bawa keheningan. bawa rasa syukur.
dan ya, bawa receh. karena dalam selembar seribu rupiah, ada keindahan yang tak terbeli.
Aini Syakirah
Desember 8, 2025 AT 02:44 AMTerima kasih atas panduan yang sangat mendalam dan penuh kepekaan budaya. Saya sangat menghargai penekanan Anda pada pentingnya uang tunai dalam konteks spiritual dan sosial di Bali, terutama di pura-pura tradisional. Sebagai seorang yang pernah mengalami kesulitan karena tidak membawa uang receh untuk sembahyang di Tirta Empul, saya bisa bersaksi bahwa detail kecil seperti ini bukan sekadar praktis - ia adalah bentuk penghormatan. Saya juga menyarankan agar semua wisatawan, terutama yang dari luar negeri, memahami bahwa pembayaran tunai adalah bentuk partisipasi dalam ekosistem lokal yang masih sangat manusiawi. Jangan jadikan teknologi sebagai pelarian dari keaslian pengalaman.
Olivia Urbaniak
Desember 9, 2025 AT 23:12 PMini beneran bantuin banget! aku baru aja baca, trus langsung cek dompetku - ternyata aku cuma bawa Rp200rb, dan aku mau ke Bali 7 hari. sekarang aku udah ngecek ATM terdekat di kota, dan mau tarik Rp5jt sekalian. btw, kalo beli kopi di warung, yang mana yang lebih murah: di kota atau di desa? soalnya aku denger ada yang jual Rp3k, tapi aku takut kualitasnya jelek.